Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Ujub (memamerkan kelebihan diri dan riya (ingin dipuji orang) kadang punya batasan yang sangat tipis dengan sikap berdakwah menyampaikan ajaran Allah melalui contoh yang baik. Kita tidak tahu pasti ketika ustadz Arifin Ilham merekam video sambil merangkul kedua istrinya dan menyampaikan nikmatnya berpoligami sebagai sikap yang ujub atau justru berniat baik untuk berdakwah, bahwa poligamipun bisa menghasilkan keluarga bahagia, tidak sebagaimana yang sering dipropagandakan orang-orang kafir dan munafik, yang menyatakan poligami selalu menghasilkan penderitaan dan kesengsaraan.

Sering kita baca status orang lain semisal :"Lagi shalat didepan Ka'bah, sungguh nikmat terasa..", atau juga :"Sekalipun badan lemes dibulan Ramadhan namun kerja jalan terus.." atau juga ;"Nyesel juga tadi ngasih pengemis cuma 20 rebu padahal sedekah justru menjadi tabungan kita untuk akherat, makin banyak makin bagus". Kita tidak tahu persis isi hati si penulisnya apakah bertujuan ingin pamer atau sedang berdakwah menggugah pembaca untuk berusaha melakukan kebaikan yang sama. Al-Qur'an memang menyampaikan :

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (QS 93:11)

Menyebarkan kenikmatan dan kebaikan yang kita lakukan diperintahkan oleh Allah agar orang lain bisa mencontoh dan mengikutinya. Soal apakah didasari sifat ujub atau riya, pelakunya sendiri yang tahu.

Bagaimana sikap kita ketika menerima informasi tersebut..?, selalu berprasangka baik saja, bahwa apa yang disampaikan bermaksud untuk memperlihatkan hasil yang baik ketika seseorang mempraktekkan ajaran Islam. Tidak ada ruginya punya prasangka baik karena pasti akan mendatangkan kebaikan juga bagi kita, terlepas apapun niat yang melandasi pihak yang memberikan informasinya.

(Status ini terutama ditujukan untuk diri saya sendiri yang masih sering terdorong punya prasangka buruk terhadap orang lain, mudah-mudahan dimasa yang akan datang bisa lebih mampu mengendalikan diri lagi)


0 komentar: