Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Ulama Islam koq sibuk mencari pembenaran soal trinitas dengan memakai ilmu tasawuf segala. Sebaiknya soal apakah Tuhan umat Kristen itu esa atau tidak diserahkan saja kepada mereka, karena kalangan internal Kristen sendiri punya masalah bagaimana merumuskan ke-Esa-an Tuhan dalam wujud 3 pribadi ini, makanya ada Kristen unitarian, ada Saksi Jehova, bahkan dalam kalangan penganut trinitas sendiri juga bermacam-macam penjelasannya.

Bagi umat Islam cukuplah memakai pernyataan Allah ini saja tanpa memutar-mutar otak bermanuver mengakalinya seperti layaknya politisi:

Al-Maidah 72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Mau pakai akal-akalan tasawuf tingkat tinggi tetap saja tidak merubah celaan Al-Quran tersebut bahwa Kristen termasuk kafir karena telah menjadikan Isa Almasih sebagai sesembahannya.

Kalau tujuannya cuma mau mensinkronkan konsep Tuhan yang banyak dengan sila pertama Pancasila, kita cukup bertanya kepada pemeluk agama lain tersebut, apakah Tuhannya itu esa atau tidak. Kalau mereka menjawab 'Tuhan kami Esa' sekalipun dalam eksistensi, pribadi, wujud yang lebih dari satu maka kita terima saja, biarkan pemeluk agama lain itu merumuskan bagaimana penjelasannya.

Pancasila khan ideologi fleksibel, toh dijaman Bung Karno komunisme saja bisa diterima sebagai bagian dari falsafah negara tersebut, alias 'tidak bertuhan juga termasuk prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa juga. Dan cari saja rumusan tasawuf tingkat tinggi untuk mencari pembenarannya.


0 komentar: