Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Pernah ada gugatan yang diajukan orang kafir dalam suatu forum debat lintas agama :"Mengapa Tuhan anda tidak adil ketika memutuskan akan memberikan pahala shalat 100 ribu kali bagi mereka yang melakukannya di Masjidil Haram, dan 1000 kali pahala di masjid Nabawi, enak untuk mereka yang tinggal disana donk..?". Ternyata jawabannya ada didepan mata saya disaat melakukan haji dan umroh, saya melihat sendiri bahwa tidak semua penghuni Makkah dan Madinah mau melakukan shalat berjamaah di kedua masjid tersebut untuk mengejar pahala yang berlipat-lipat, mereka lebih memilih untuk shalat di tempat masing-masing, sebaliknya jamaah yang datang dari jauh malah mati-matian untuk bisa berjalan ke masjid pada setiap panggilan adzan.

Sebenarnya tidak pelu jauh-jauh mengambil contoh, kita tahu bahwa Allah menjanjikan 27 kali pahala bagi orang yang mau shalat berjamaah di masjid sekitar rumah ketika mendengarkan adzan, namun banyak yang tetap mengerjakannya di rumah atau dikantor sendiri-sendiri, padahal tidak  mempunyai halangan yang menghambat dia untuk segera mendatangi masjid tersebut, padahal rumahnya berlokasi disamping masjid hanya harus berjalan beberapa langkah saja, dan sebaliknya justru jamaah yang lebih jauh yang rajin melakukannya.

Melakukan ibadah dengan kualitas terbaik semata-mata merupakan hidayah Allah, dan Dia akan memberikan hidayah tersebut kepada hamba-Nya yang memang mempersiapkan diri untuk menerimanya. Salah satu cara yang paling ampuh dalam mempersiapkan diri menerima hidayah adalah dengan BERPRASANGKA BAIK terhadap Allah, terhadap semua yang ditetapkan-Nya untuk kita kerjakan, terhadap semua larangan-Nya. Bahwa tidak ada satupun aturan Allah yang bertujuan untuk menyusahkan kita, semua ketentuan-Nya justru diberikan demi kebaikan sekalipun mungkin pikiran kita belum sampai untuk memahami.

Mungkin hidayah ini tidak hanya berlaku untuk ibadah mahdah seperti shalat, puasa, haji, dll tapi juga untuk ibadah lain semisal : memilih pemimpin, menikah, berperang dijalan Allah, dll..


0 komentar: