Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Mungkin karena keaktifan saya dalam dunia debat lintas agama di medsos, dulu pernah ada tawaran untuk sekali-sekali tampil debat live, seperti layaknya tokoh yang saya sukai Ahmed Deedat atau Zakir Naik. Tantangan juga bahkan disampaikan lawan debat saya dari pihak non-Muslim. Selain itu mungkin karena kegiatan ini memunculkan kesan saya cukup 'piawai' menguasai ilmu agama, ada juga yang menawarkan untuk memberikan ceramah kristologi.

Sebenarnya memang ada juga minat untuk coba-coba 'meniti karir', melakukan 'diversifikasi produk' dari sebelumnya menyampaikan ide lewat tulisan, dikembangkan dengan berbicara langsung di depan publik. Terbayang banyak keuntungan, mulai dari kesempatan travelling sampai ke soal uang saku dan amplop sebagai 'attending fee'. :-)

Namun saya harus berdiri didepan cermin, mematut-matut diri, melihat dan mengukur kemampuan. Saya sangat paham kalau 'prosessor' dikepala saya hanya sekaliber Pentium yang sudah ketinggalan jaman, lambat untuk 'multi-tasking', setiap input selalu akan diproses lama. Hardisk otak saya hanya berkapasitas belasan gigabyte, tidak mampu menyimpan banyak referensi yang sewaktu-waktu bisa dimunculkan, saya biasanya harus googling lama di internet, memprosesnya sebelum dituangkan dalam tulisan, itupun melalui banyak koreksi agar tidak salah dan membuka peluang lawan debat untuk menyerang balik.

Secara psikispun saya bukanlah orang yang kuat dalam mengatur emosi. Secara tidak sadar nada suara bisa makin tinggi sehingga terlihat seperti orang ngamuk-ngamuk, ditambah lagi dengan nafas yang mulai ngos-ngosan serta mata melotot.

Belajar dari kasus ILC semalam yang menampilkan jagoan-jagoan medsos di dunia nyata, saya bersyukur bahwa keputusan saya dulu untuk tidak terlibat dalam debat live memang tepat. Kuat dalam menulis belum tentu mampu berbicara, sekalipun ada yang dianugerahi Allah kemampuan untuk kedua hal tersebut. Menulis dan berdebat live menuntut kemampuan yang berbeda. Kontribusi positif kita untuk masyarakat bisa disalurkan dengan bermacam jalan.

Kalau pandai mematut diri, maka kita tidak akan salah untuk menempatkan posisi kita, insya Allah.


0 komentar: