Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Pada 14 Februari 2013 saya penah membuat status di Facebook tentang saudara-saudara kita dari keturunan Cina :

==Barusan sempat nonton Stand-up Comedy spesial Imlek di Metro-TV, para komediannya semuanya dari etnis Cina. materinya bagus-bagus, banyak bercerita tentang nasib yang mereka terima sebagai kelompok minoritas di negeri ini melalui cerita yang lucu. Misalnya seorang komedian dari Bali bercerita bahwa di Indonesia mereka sering diledek :"Cina...Cina..", waktu ke negeri Cina mereka diajak bahasa Mandarin tapi tidak bisa, lalu bilang :"Saya orang Indonesia...", lalu orang-orang Cina disana meledek juga :"Indo..Indo..".

Dibalik lawakan yang dilontarkan, ada kegetiran yang muncul. Apapun alasannya, rasisme memang bukan suatu sikap yang pantas diterima dalam nilai-nilai kemanusiaan.==

Status tersebut saya sampaikan berdasarkan rasa empati terhadap nasib mereka, sebagai pihak yang tidak memiliki kampung halaman. maka keturunan Cina yang sudah hidup turun-temurun di negeri ini sebenarnya hanya memiliki tanah air ini sebagai satu-satunya pilihan mereka. Lelucon tersebut menjelaskan bahwa penguasa Cina tidak akan menganggap mereka warga negara yang harus dilindungi, karena negeri Cina sudah repot dengan 1,4 milyar penduduknya. Keturunan Cina yang sudah berdiaspora akan dianggap sebagai orang asing sekalipun memiliki ras yang sama. Paling kalau terjadi kerusuhan etnis yang memaksa orang Cina di Indonesia mengungsi kesana, maka mereka dianggap sebagai pengungsi biasa, yang umumnya hanya akan diladeni dimasa-masa awal saja. Demikian pula dengan negara lain yang mayoritas dihuni oleh keturunan Cina seperti Singapura. Peristiwa Mei 1998 menjadi bukti, kita mendengar dari orang-orang Cina yang mengungsi ke negara lain mengeluh atas perlakuan pemerintah di negara tujuan yang tidak sesuai harapan.

Bagi warga keturunan Cina yang sudah memilih Indonesia sebagai kampung halamannya seharusnya mengerti betapa riskannya kalau mereka harus menghadapi masalah kerusuhan rasial. Logikanya mereka pasti akan berusaha untuk baik-baik membawa diri terutama terhadap penduduk mayoritas, serta agama mayoritas yang dianut. Beberapa tokoh Cina memahami betul arti dari sikap ini seperti yang ditunjukkan oleh Jaya Suprana, Kwik Kian Gie, Lieus Sungkharisma, Zeng Wei Jian, dll.

Status ini saya buat, mudah-mudahan bisa dijadikan renungan bagi saudara-saudara sebangsa yang berasal dari keturunan Cina. Ketika hal terburuk benar-benar terjadi, mereka sulit mencari tempat lagi melarikan diri dan hidup senyaman di negeri ini.

Dukungan yang diberikan terhadap Ahok pasca keputusan vonis pengadilan bukan lagi bernuansa pilihan politik seperti halnya ketika keturunan Cina yang ada`di Jakarta memilih Ahok. Pengiriman karangan bunga, aksi show of force membakar lilin, dll merupakan sikap dukungan terhadap penistaan agama Islam yang dilakukan, agama yang dianut oleh mayoritas penduduk negeri ini.

Bayangkan.., umat Islam marah dan tersinggung, pengadilan juga secara resmi telah memvonis bersalah, lalu banyak keturunan Cina malah melakukan pembelaan terhadap Ahok menyatakan dia tidak melakukan kesalahan. Tentu saja sikap ini akan mengusik umat Islam yang sudah dihina tersebut. Tidak ada gunanya berlindung dibalik jargon-jargon untuk menjaga NKRI, memelihara kebhinnekaan, menunjukkan toleransi, alasan seperti itu tidak akan didengar orang..


0 komentar: