Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Salah satu topik favorit dalam perdebatan lintas agama, khususnya antara Islam dan Kristen, terkait tentang hubungan nabi Muhammad/kaum Quraisy dengan nabi Ibrahim dan Ismail. Biasanya perbedaan pendapat terfokus kepada pertanyaan : apakah ada buktinya nabi Ibrahim dan Ismail pernah berada di Makkah dan membangun Ka'bah, karena keberadaan mereka di Makkah tersebut menjadi bukti kunci adanya hubungan keturunan antara nabi Muhammad dan nabi Ibrahim/Ismail.

Pihak Islam berusaha memberikan argumentasi berdasarkan ayat-Al-Qur'an dan hadits, sebaliknya pihak Kristen berusaha untuk membantahnya berdasarkan sumber-sumber yang mereka miliki, termasuk dari khazanah catatan kaum Yahudi. Karena perdebatan terkait dengan bukti sejarah dan arkeologis, tentu saja hal ini terus berlangsung sampai sekarang sejalan dengan perkembangan temuan-temuan ilmiah yang terjadi berangsur-angsur, bisa terjadi fakta sejarah yang sebelumnya dianggap sebagai kebenaran lalu dimasa selanjutnya dimentahkan oleh temuan baru. Ini lumrah terjadi dalam perdebatan ilmiah. Sedangkan informasi yang dimuat dalam kitab suci merupakan sumber yang kebenarannya diterima berdasarkan keimanan, terlepas apakah dunia ilmu pengetahuan sudah memiliki bukti yang mendukung atau tidak.

Yang menjadi pertanyaan besar dari perdebatan ini adalah : seberapa pentingkah bagi kedua belah pihak dengan ada atau tidak adanya kaitan antara nabi Muhammad dengan nabi Ibrahim/Ismail ini.,,? khususnya tentang kebenaran ajaran Islam..? Apakah kita bisa mengatakan ajaran Islam menjadi salah kalau ternyata tidak/belum ditemukan adanya hubungan antara nabi Muhammad dengan nabi Ibrahim/Ismail, atau juga Islam menjadi agama yang bukan berasal dari Tuhan yang sebenarnya kalau sampai sekarang tidak ada bukti keberadaan Ibrahim dan Ismail di Makkah..? Dan sebaliknya ketika ditemukan buktinya maka ini menjadikan Islam memang agama yang benar dan berasal dari Allah, Tuhan yang sebenarnya...?

Yang perlu digaris-bawahi adalah : bahwa klaim tentang hubungan nabi Muhammad dengan nabi Ibrahim/Ismail serta keberadaan mereka di Makkah sebenarnya tidak bisa dikatakan sebagai suatu klaim yang berlandaskan keagamaan, khususnya bertujuan untuk mencari 'cantelan' ajaran Islam dengan ajaran para nabi terdahulu dari kalangan Yahudi. Pernyataan hubungan ini terjadi sebelum Islam datang, berasal dari kaum Quraisy terkait catatan sejarah tentang nenek-moyang dan asal-usul mereka, ini berlaku baik terhadap mereka yang Muslim maupun dari kalangan Quraisy kafir. Maka berdasarkan hal ini kita bisa menyimpulkan adanya klaim ini lebih didasari faktor kesukuan bangsa Arab di Makkah. Kalaulah setelah Islam datang, Al-Qur'an memuat beritanya, maka ini lebih merupakan informasi sejarah sebagai pelajaran, bahwa Allah tidak pernah membiarkan manusia tanpa petunjuk dari-Nya mulai dari manusia pertama, bahwa Dia sudah memberikan panduan bagi manusia agar tidak tersesat sejak jaman dahulu kala.

Benar atau tidaknya ajaran Islam sama sekali tidak tergantung kepada pembuktian adanya hubungan antara nabi Muhammad dengan nabi Ibrahim/Ismail, karena kebenaran Islam sebagai ajaran yang datang dari Allah, Tuhan yang sebenarnya, dibuktikan melalui Al-Qur'an, sebuah bukti yang sampai ketangan kita saat ini. Kitab inilah yang seharusnya diuji, termasuk untuk menjawab pertanyaan : apakah Al-Qur'an ini benar datang dari Allah atau merupakan 'kreasi intelektual' nabi Muhammad yang mungkin mendapat masukan dari banyaknya konsep ketuhanan yang ada disekitar beliau pada waktu itu. Pengujian Al-Qur'an bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan, bisa dari aspek gaya bahasanya, kandungan ilmiahnya, catatan sejarah yang diceritakannya, keteraturan tata-bahasa, dll.

Sebagai suatu kajian sejarah, tentu saja kita dipersilahkan untuk memperdebatkannya dan ini dipastikan akan berlangsung sampai akhir jaman karena fakta sejarah dan arkeologis bisa jadi hanya akan menghasilkan kesimpulan kira-kira, serta terbuka untuk dikoreksi dimasa yang akan datang. Sehingga apapun hasilnya tetap saja tidak berkaitan dengan pembuktian apakah Islam memang merupakan ajaran yang benar berasal dari Allah atau bukan.


0 komentar: