Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Saya sering bolak-balik Bandung Surabaya. Kadang beberapa bulan di Bandung, lalu pindah lagi berdiam beberapa lama di Surabaya. Jadi saya punya 2 masjid tempat mengerjakan shalat berjamaah.

Ada perbedaan dengan kedua masjid langganan saya pada masing-masing kota tersebut, terutama waktu shalat Shubuh.

Di Bandung masjid tidak punya kebiasaan menyetel kaset sebelum adzan, jadi suara yang keluar dari toa masjid semata-mata hanya adzan shubuh. Hasilnya setiap shalat hadir sekitar 80 s/d 100 jamaah. Mereka ada yang datang dari jarak yang cukup jauh karena banyak menggunakan motor bahkan mobil.

Di Surabaya lain lagi. Setengah jam sebelum adzan shubuh, udara sudah ramai dengan suara yang diperdengarkan melalui toa, diawali syi'ir tanpo waton, lalu bacaan setengah juz amma, dilanjutkan shalawat, baru adzan shubuh. Hasilnya peserta shalat berjamaah hanya 3  - 4 orang bapak-bapak ditambah beberapa dari ibu-ibu. Seringnya jamaah perempuannya malah lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Mungkin tujuan menyetel kaset agar kaum Muslim yang ada disekitar masjid bisa bangun lebih awal untuk mempersiapkan diri, bangun diwaktu shubuh memang butuh persiapan agak lama dibandingkan waktu shalat lain.

Namun ternyata ini tidak bisa jadi jaminan.

Ketika hati sudah tuli, telingapun bisa pekak, suara keras toa masjid selama apapun tidak mampu menggerakan manusia untuk shalat berjamaah.

Maka menurut saya sebaiknya menyetel kaset keras-keras tersebut dilarang saja, mengganggu orang dan tidak juga bermanfaat.


0 komentar: