Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Pernahkan anda mengalami mimpi buruk yang mengerikan..? terbangun dengan badan penuh keringat dan nafas tersengal-sengal, seketika muncul rasa syukur dan berucap :"Alhamdulllah, ini hanya mimpi..", atau sebaliknya ketika mengalami mimpi indah, lalu terbangun, kita akan dipenuhi rasa penyesalan :"Sayang sekali.., ini hanya ada dalam mimpi..". Mimpi yang terasa berjalan lama ketika terbangun ternyata berlangsung hanya beberapa jam saja. Kesengsaraan ataupun sebaliknya, kenikmatan yang kita alami dalam mimpi hanya sebatas apa yang ada dalam mimpi juga, sesuatu yang tidak menjadi benar-benar menjadi kenyataan ketika kita terbangun dari tidur.

Sama dengan mimpi, segala kesengsaraan dunia hanya sebatas apa yang kita jalani disini, sebaliknya semua kenikmatan yang diperoleh tidak lebih sebagai suatu hal yang kita jalani di dunia saja. Si miskin yang bermimpi menjadi kaya tetap akan melarat ketika terbangun, pecundang yang bermimpi jadi penguasa tetap jadi pecundang ketika terbangun, si sakit yang bermimpi menjadi sehat dan bugar tetap terlentang tidak berdaya ditempat tidurnya ketika tersadar.

Begitulah gambaran hidup di dunia ketika kita terbangun dari kematian. Anda seumur-umur mengalami penderitaan, itu hanyalah sesuatu yang hanya akan dijalani di dunia, anda menjadi termahsyur, terhormat, dipuji dan dikagumi orang, mengalami kejayaan, semuanya juga merupakan kenikmatan yang hanya akan anda alami di dunia saja.

Allah menciptakan mimpi dalam kehidupan manusia sebagai sarana untuk bisa mensimulasikan bagaimana keadaan kita ketika kelak terbangun dari kematian, sehingga kita bisa merasakan dan memprediksinya sebelum benar-benar mengalami hal tersebut. Anda ingin mengetahui bagaimana keadaan anda kelak sesaat berpindah dari dunia ini ke alam berikutnya..? rasakan saja bagaimana perasaan anda ketika terbangun dari mimpi. Segala yang kita alami sebelumnya ternyata tidak ada apa-apanya dan hanya sebatas mimpi. Sebagaimana mimpi. perjalanan hidup di dunia yang mungkin kita rasakan sangat lama saat ini ternyata hanya sebentar saja :

QS 23:114 Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”,

dan hanya dialami di dunia saja :

QS 11:15-16 :Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan

Jadi disaat kita mampu untuk bersikap secara tepat, tidak ada perlunya manusia berputus-asa ketika harus menjalani kesengsaraan dunia, jadi pecundang yang tidak diperhitungkan orang, hidup melarat, tidak dihormati dan dikagumi, orang pinggiran, terbaring sakit tidak berdaya dan bukan menjadi siapa-siapa. Sebaliknya tidak ada gunanya manusia berbangga dan bermegah-megahan ketika menjalani peran sebagai seorang yang dipuji dan dikagumi, mendapat kekuasaan dan kekayaan, mendapatkan hidup yang sehat dan bugar, karena semua itu hanya dinikmati di dunia saja, seperti halnya kita mengalaminya dalam mimpi kita.


0 komentar: