Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Beberapa tahun lalu forum diskusi lintas agama Swaramuslim, saya berdebat dengan pengikut Kristen tentang kebaikan dan kejahatan. Saya menjelaskan bahwa semua yang ada di dunia ini diciptakan Allah sebagai instrumen yang melekat pada kehidupan manusia. Allah menciptakan kejahatan disamping kebaikan, menciptakan gelap disamping yang terang, menciptakan bencana, kesedihan, kerusakan, disamping segala hal yang baik-baik.

Iblis memilih untuk menjadi jahat dan membangkang terhadap Allah karena kejahatan sebagai suatu kondisi sudah tercipta terlebih dahulu. Tidak mungkin Iblis memilih jadi jahat kalau kejahatan belum diciptakan sebelumnya. Kejahatan tidak diciptakan oleh Iblis karena dia memilih menjadi jahat, sama halnya rasa lapar tidak tercipta karena kita tidak makan, tapi itu merupakan hubungan sebab akibat, sebagai suatu kondisi, lapar sudah ada sebelumnya dan dia tidak tercipta oleh perbuatan 'tidak makan'.

Saya lalu menjelaskan bahwa bagaimana bisa yang benar disebut benar kalau kejahatan tidak tercipta..? , bagaimana sesuatu dikatakan terang kalau gelap tidak diciptakan..? Maka hidup manusia berurusan dengan soal perbandingan sesuatu hal dikatakan baik karena ada pembandingnya berupa kejahatan, sesuatu bisa dikatakan terang ketika ada pembandingnya berupa kegelapan. Segalanya diciptakan Allah berpasang-pasangan :

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah." (QS adz-Zaariyat [51]: 49).

Setelah selesai menjelaskan hal tersebut si Kristen nyeletuk :"Ini koq mirip falsafah Tao tentang yin dan yang".

Saya tidak paham falsafah Taoisme, cuma waktu itu saya menjawab secara umum saja :"Kebenaran yang hakiki itu cuma satu, maka siapapun yang mencarinya melalui jalan apapun dan jalannya tidak salah, maka semuanya akan bermuara ke tempat yang sama..". Mungkin saja Tao menemukan kebenaran dan kesimpulannya ternyata sama dengan wahyu yang diturunkan Allah kepada nabi-Nya..

Maka seorang Cina yang mengikuti falsafah nenek moyang mereka Taoisme justru akan lebih 'nyambung' kalau mereka menerima Islam dibandingkan agama lain.


0 komentar: