Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Dijaman Rasulullah ada kelompok Khawarij, orang-orang yang gampang mengkafirkan kaum Muslim lain yang tidak sejalan. Bahkan mereka berani menuduh nabi Muhammad sudah mengingkari aturan Allah ketika pulang dari salah satu peperangan, nabi membagi ghanimah (pampasan perang) dengan porsi yang lebih besar untuk sahabat yang baru masuk Islam. Mengomentari sikap kaumnya ini Rasulullah mengatakan :"Kelak akan muncul golongan Islam seperti ini, mereka membaca Al-Quran namun tidak melewati kerongkongan..", suatu perumpamaan tentang kebodohan dalam memahami Islam.

Ketika khalifah Abu Bakar dan Umar berkuasa, kelompok Khawarij tidak bersuara, karena waktu itu Islam belum berkembang luas dan konflik internal dikalangan mereka belum begitu kuat. Setelah masa Usman dan Ali bin Abi Thalib suara mereka baru berubah. Pertikaian sesama umat Islam mulai merebak bahkan dilanjutkan dengan saling memerangi. Kondisi ini menciptakan 'lahan subur' untuk Khawarij, mereka yang sebelumnya tiarap akhirnya mulai bergerak mengkafirkan semua pihak yang bertengkar.

Saat ini kita mengenal organisasi Islam HTI yang  rajin mengusung khilafah. Karena dinilai membahayakan negara Pancasila, pemerintah Jokowi membuat Perppu lalu memakainya untuk membubarkan ormas ini. HTI memang lenyap, namun apakah semangat mereka untuk mendirikan khilafah ikut hilang..? Tentu saja tidak, bahkan pendukung khilafah ini masih bisa bergerak untuk mengajak umat Islam yang lain dengan berbagai cara. Semangat ber-khilafah tumbuh karena kondisi yang ada menjadi 'lahan subur' ideologi ini berkembang. Keadaan masyarakat yang jauh dari nilai-nilai Islam menjadi penyebabnya. Maka kalau kita memang ingin membuat semangat khilafah ini menjadi lemah, maka satu-satunya jalan ciptakan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang dekat dengan ajaran Islam, dijamin suara tokoh-tokoh HTI hanya menjadi 'sayup-sayup', tidak didengar orang. Buat apa dengerin khotbah soal mendirikan khilafah kalau kondisinya sudah Islami..?

Demikian pula dengan komunisme. Kita punya TAP MPRS melarang organisasi PKI dan penyebaran paham komunis di Indonesia. PKI mungkin saja lenyap dan tidak akan tumbuh, namun paham komunis tidak akan bisa dibunuh, dia akan bekerja melalui bermacam cara, bisa lewat seminar pelurusan sejarah, bergerilya menyamar dan menyusup ke organisasi lain. Banyak model tindakan kamuflase.

Komunisme merupakan paham yang muncul dari kondisi masyarakat yang tertindas secara ekonomi, lalu pertentangan kelas menjadi bahan bakarnya. Sepanjang kondisi masyarakat mengandung kesenjangan ekonomi, penindasan oleh sekelompok kecil pemilik modal terhadap kaum pekerja dan petani, maka suara kaum komunis berpotensi untuk menarik perhatian orang. Ideologi ini hanya akan melemah kalau kondisi tersebut bisa diminimalisir.

Ideologi hidup dalam pikiran manusia, tidak ada satu kekuasaan manusiapun yang bisa membunuhnya. Ideologi tidak bisa mati, dia hanya tiarap.


0 komentar: