Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Kemaren saya kebetulan mengunjungi kantor seorang kenalan yang sudah belasan tahun tidak ketemu di wilayah Tanjung Perak Surabaya. Dulu terakhir kamu bersua ketika teman saya tersebut masih menjalani pendidikan S2-nya sedangkan saya berada dalam posisi 'lagi jaya-jayanya' bekerja pada salah satu perusahaan swasta. Biasa ketika kami ngobrol maka sampai kepada pertanyaan-pertanyaan bagaimana kondisi masing-masing sekarang. Dia terlihat agak heran mendengar kalau saya saat ini sudah mengundurkan diri dari dunia pekerjaan pada usia yang masih produktif, lalu saya jelaskan bahwa kesehatan saya tidak lagi mendukung untuk bekerja seperti dulu.

"Jelas saja antum tambah sakit karena tidak lagi bekerja karena tiap hari hanya memikirkan penyakit antum saja. Justru dengan menyibukkan diri orang akan kembali mendapatkan vitalitas dan energi, secara psikologis akan bisa mengatasi penyakit..", dia memberikan argumentasi dengan memberikan contoh teman-temannya yang lain, yang mengalami penyakit sama, dan sukses menyiasati penyakit mereka, "Kalau antum sudah merasa cukup dengan materi yang didapatkan sekarang, bekerjalah dan memanfaatkan ilmu serta pengalaman belasan tahun untuk kepentingan umat, membuka bisnis, membuka lapangan pekerjaan membantu yang lain, hasilnya tidak usah antum ambil, bagi-bagikan dan sedekahkan kepada orang lain. Itulah salah satu bentuk pengabdian kepada Allah. Sangat disayangkan asset yang antum miliki hilang begitu saja".

Terus-terang penjelasan tersebut masuk akal saya, sesaat saya mampu melihat altenatif lain yang tidak kalah berpahalanya dengan apa yang saya jalani saat ini.

Namun dirumah saya kembali berpikir, salah satu alasan terbesar mengapa saya tidak mau kembali ke 'dunia persilatan' dan memilih untuk 'bertapa' karena merasa tidak mampu menghadapi godaan dan ujian dalam pekerjaan. Dunia kerja banyak memuat 'jebakan-jebakan nikmat' yang tidak akan sanggup saya tolak, lalu akan membuat saya menjauh kembali dari jalan Allah, yang membuat hidup kembali porak-poranda. Berdasarkan evaluasi yang intens, saya mampu melihat kelemahan diri.

Nasehat teman lama tersebut sebenarnya sangat bagus terutama bagi mereka yang kuat menghadapi godaan, berbisnis dan bekerja bukan dengan tujuan sekedar mencari untung, tapi untuk membantu orang lain, tapi kelihatannya nasehat ini bukan buat saya. Cukuplah Allah menyisakan sedikit tenaga untuk bisa berjalan ke musholla di depan rumah, kemampuan dan waktu untuk menulis dan kekuatan untuk selalu berpikir sehat. Dengan modal itulah saya memberikan pengabdian kepada Allah, dan yang paling penting, saya merasa aman menjalankannya..


0 komentar: