Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.


Seorang penganut atheis pernah mengajukan 'puisi' yang bertujuan untuk menyerang Muslim dalam usahanya untuk taat kepada aturan Allah, tentu saja dengan gaya bahasa sindiran : 

APA YANG SAYA RASAKAN ?? 

Aurat Wanita? 

Sayalah Anjing Keparat! 

Sepanjang hidup saya, 
Rasanya secara diam diam, saya tidak pernah mengutuk cewek berpakaian seksi dan seronok. 
Bahkan dada saya berdebar-debar saat melihatnya. 

Lalu dalam kesendirian, saya lari ke kamar mandi. 
Dan disana, saya menghayal sedang menikmati sekujur tubuhnya. 

Tapi kenapa itu tidak saya akui dan nyatakan terang-terangan di muka publik? 
Bahkan saya pun ikut mengutuk perempuan perempuan yang demikian? 
Dengan berbagai alasan terutama dengan alasan norma moral dan agama? Karena begitulah kemunafikan saya. 

Didalam, jujur saya suka dan bernafsu melihatnya 
Tapi diluar, saya menjaga citra diri agar diri saya tampak mulia dan bermartabat. 

Dasar munafik keparat! 

Menanggapi 'puisi' tersebut, saya kemudian mengajukan pertanyaan yang sampai sekarang tidak dijawab : 

"Jadi supaya tidak dikatakan munafik, apakah nafsu syahwat atheis seperti anda ini disalurkan saja seenaknya seperti anjing keparat..? begitu melihat wanita bahenol dan kebetulan diajak dianya mau, langsung dihantam saja, supaya tidak dikategorikan munafik..". 

Soal nafsu syahwat memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Ketika kita berselancar di facebook untuk update status, membaca unek-unek dan kata-kata nasehat dari para sahabat, tidak jarang dipojok sebelah kanan atas muncul tulisan yang menggoda : '5 Kasus Lecehkan Seksual' atau 'Ini fakta tentang germo ABG yang menjual temannya sendiri', lengkap dengan gambar yang dibikin 'nyerempet-nyerempet' pornografi, soalnya mau dikategorikan porno juga belum memenuhi syaratnya karena masih ditutupi bagian 'pentingnya'. Sekali dua kali, informasi tersebut mungkin saja tidak anda gubris, tapi bagaimana bisa tahan kalau 'undangan' tersebut muncul terus-terusan..?? maka dalam kondisi yang 'pas' ketika anda lagi 'on', tangan langsung menggerakkan mouse komputer untuk mengklik berita tersebut. 

'Undangan untuk berkunjung' ke situs-situs porno juga sering muncul melalui fasilitas pop-up yang memang sering nongol di monitor komputer kita, atau melalui kiriman e-mail spam. Ada software untuk mengatasinya, tapi sering juga tidak kita manfaatkan, lha..kadang kita memang kepingin lihat koq.. 


Dunia pornografi di internet benar-benar sangat komplit, foto maupun film yang tersedia sangat memanjakan fantasi dan naluri dorongan syahwat kita, segila apapun itu. Sebagai 'pengamat yang cukup berpengalaman' dalam mengikuti perkembangan pornografi di internet, saya bisa memberitahu anda bahwa skenario film-film porno sangat bervariasi melampaui kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di dunia nyata. Setting ceritanya mulai dari kejadian umum dikamar tidur, sampai ke lokasi di ruang kelas, atau sekedar 'kobel-kobel' di kereta-api dan bus, atau 'atraksi' dipinggir jalanan, atau di kabin pesawat, sambil naik sepeda juga ada. Pelaku adegan porno juga macam-macam, mau cewek cantik, pendek, jangkung, kuruk, gemuk, bahkan nenek-nenek juga tersedia. Ada juga yang satu lawan satu, atau satu cewek dikeroyok lima orang, atau sebaliknya model 'James Bond', si laki-laki yang dikeroyok lima perempuan. 

Apapun fantasi seksual yang ada di kepala anda, cari saja di internet, pasti ketemu yang cocok. Lumrahnya manusia, dalam suatu saat kita bisa saja memiliki iman yang kokoh dan tidak akan terpengaruh dengan undangan porno tersebut, namun dalam kondisi selanjutnya, kepala mulai panas dan dada mau meledak, nafsu syahwat yang sebelumnya 'adem-ayem' di dalam diri mulai mendesak dan bergejolak, lalu secara 'dibawah sadar', mulailah tangan bergerak mencari-cari situs porno. Ada isyarat dari qalbu yang masih diisi oleh iman untuk tidak melakukannya, tapi anda terasa 'sangat tidak berdaya', apa boleh buat... 

Jaman sekarang tidak sama dengan waktu ketika saya muda dulu ditahun 70-80'an. Anda mau nonton film porno..?? Beli dulu proyektor yang besarnya segede koper jamaah haji, harganya jelas sangat mahal. Belum lagi harus mencari rol film porno yang koleksinya juga belum banyak dan bervariasi, ukurannya juga tidak kalah besar dibandingkan dengan proyektornya. Lain ceritanya di jaman sekarang, film porno sangat, sangat, sangat gampang didapat, anda tidak perlu wara-wiri sampai keluar negeri untuk mencari koleksi film yang diinginkan, berjuang melewati aparat bea-cukai yang stan-by di pintu bandara, justru film itu sendiri yang akan datang ke rumah anda, muncul dalam format yang kecil dan mudah disimpan, bisa diputar di macam-macam media, bisa di perangkat video, komputer ataupun hanya sekedar ponsel, gampang disimpan dan disembunyikan, bahkan disimpan dalam perangkat yang bisa dibuka melalui password yang hanya anda sendiri yang tahu. Jadi anda cukup aman kalau sekiranya harus menerima nasib mati mendadak, aib anda tersimpan rapat sampai ke liang kubur.. 

Dalam keadaan 'terdesak', bagi anda yang sudah punya istri, ada penyaluran yang halal sekalipun tidak selalu bisa dikatakan sederhana persoalannya, karena bisa saja kepala anda sudah panas menggelegak, tapi istri lagi tidak 'online'. namun bagaimanapun keadaannya tetap saja anda masih selamat karena punya jalan keluarnya. Soal gambar siapa yang ada di kepala anda disaat menyalurkan hasrat seksual dengan istri, hanya anda dan Tuhan yang tahu. Bagi anda yang masih bujangan, maka solusi yang paling masuk akal adalah buru-buru ke kamar mandi, lalu tutup pintu rapat-rapat, dan bernyanyilah.., lagu dari daerah Minahasa : 

Onani keke, 
mange wisa ko
 
Mangewa aki Wenang, 
tumeles baleko
 

Lain cerita bagi anda yang atheis dan tidak punya aturan moral yang jelas untuk mengendalikan syahwat, atau bisa juga anda adalah seorang Muslim yang kebetulan 'tidak begitu paham' dengan aturannya dalam ajaran Islam. Seperti halnya anjing geladak yang menjulurkan lidah dengan air liur yang menetes-netes diwaktu musim kawinnya, lalu berkeliaran mencari betina dam main hantam kromo, mungkin anda langsung ketempat pelacuran atau berkunjung ke mal untuk mencari perempuan yang mau diajak berzina, disana banyak tersedia wanita-wanita yang mau diajak kencan, mau model seperti juara Putri Indonesia atau Miss World juga ada. hasrat birahi tersalurkan, dan anda bisa pulang dengan pikiran tenang, plong rasanya... 

Sebagai seorang Muslim, kita bisa saja kemudian berputus-asa, dan mengadu kepada Allah :"Yaa Rabb.., mengapa Engkau menanamkan sesuatu yang bisa bergelora dalam diri hamba-Mu ini.., berat rasanya hamba bisa mengatasinya..". 

Jangan khawatir...!!, terkait dengan dorongan nafsu syahwat manusia, Islam menyampaikan ajaran yang sangat manusiawi dan 'sangat memaklumi' keadaan kita. Allah menyatakan dalam Al-Qur'an, seolah-olah Dia bersikap seperti seorang ayah yang sangat memahami gejolak yang terjadi dalam diri anak-Nya, merangkul bahu kita dengan penuh kasih-sayang lalu berkata pada Ali Imran 14 : 

Zuyyina lilnnaasi hubbu alsysyahawaati mina alnnisaa-i - Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan syahwat terhadap wanita, selanjutnya Allah menjelaskan dengan sangat bijak : "Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". Tidak ada kesan Dia menyalahkan gelora nafsu yang ada dalam diri kita, Allah seolah-olah mengatakan :"Aku memaklumi dorongan syahwat yang ada dalam dirimu, itulah naluri kesenangan dunia yang telah Aku berikan, Aku sama sekali tidak menyalahkanmu, kendalikanlah semampumu dan kalau kalau kamu mampu mengendalikannya, ada kenikmatan yang lebih hebat yang akan Aku berikan kelak di surga". 

Allah menjelaskan, jangankan kita yang hanya manusia biasa, bahkan seorang nabi-pun tidak terlepas dari masalah dorongan nafsu syahwat ini. Informasi terkait hal ini disampaikan pada ayat yang 'paling erotis' dalam Al-Qur'an : 

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini". Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. (Yusuf 23-24) 

Dalam menjalankan kehidupan di dunia, sangat masuk akal kalau suatu saat kita harus bertemu dan berhadapan dengan wanita yang menarik hati dan memancing dorongan nafsu syahwat kita, ada desakan untuk 'mengingininya' padahal wanita tersebut bukanlah miliki kita yang sah. Apalagi dalam situasi sekarang ini, banyak perempuan yang menampilkan diri memang dengan gaya yang 'langsung menyerang' naluri dan nafsu birahi kita, maka makin masuk akal kalau dorongan nafsu syahwat tersebut akhirnya muncul juga. Mana ada laki-laki yang bisa selamat dari situasi ini..?? Menjawab keadaan ini, Rasulullah memberikan ajaran : 

Dari Buraidah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu,
“Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua)” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani) 

Hadits tersebut memberikan kesan bahwa Rasulullah mengakui dan memaklumi kalau pandangan laki-laki terhadap wanita memang bisa menimbulkan dorongan nafsu syahwat dan keinginan, sehingga beliau berkata 'bagi engkau pandangan yang pertama' artinya dorongan nafsu syahwat yang muncul karena adanya objek yang datang secara tidak dikehendaki merupakan sesuatu yang dimaklumi dan sangat manusiawi sifatnya, namun nabi Muhammad SAW kemudian mengajarkan bahwa dorongan tersebut tidak boleh diperturutkan, jangan sampai diikuti oleh 'pandangan kedua'. Bukanlah suatu dosa ketika dorongan birahi muncul karena adanya wanita yang tampil mengundang syahwat anda, justru nilai amal saleh akan didapatkan ketika selanjutnya anda berjuang untuk mengendalikannya dan tidak memperturutkan dorongan tersebut. 

Perjuangan melawan hawa nafsu merupakan sesuatu yang jauh lebih berat dari perang 'sesungguhnya'. Dalam perang yang sesungguhnya kita bisa melihat lawan dengan jelas, bisa berhitung berapa kekuatan mereka, bisa merumuskan strategi yang tepat sesuai kemampuan kita, sebaliknya ketika kita berperang dengan nafsu syahwat kita sendiri, musuh tidak ada wujudnya, bahkan sering tidak jelas apakah dia berbentuk lawan atau kawan, sulit mendeteksi kapan menyerangnya, susah dihitung berapa kekuatannya. Karena hakekatnya perang seperti ini adalah perang melawan diri sendiri, sehingga masuk akal kalau dalam menghadapinya kita akan sering kalah dan menyerah. Ketika hasrat birahi tidak lagi terkontrol, kita mendadak lupa dengan Allah yang Maha Melihat segala perbuatan kita, lalu terjerumus melakukan kemaksiatan. Namun, sekali lagi, Allah sangat mengetahui kelemahan kita ini, Allah masih membuka jalan buat kita dengan pintu taubatnya yang tidak pernah tertutup. Dalam hadits qudsi Dia berkata : "Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, maka akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, jika engkau datang membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula. Wahai anak Adam, bila kalian melakukan dosa sehingga dosa kalian memenuhi langit, lalu kalian bermohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian tanpa peduli." 

Jihad seorang Muslim untuk mengendalikan dorongan nafsu syahwatnya bukanlah suatu bentuk kemunafikan seperti tuduhan atheis dalam puisinya diatas, melainkan suatu bentuk amal kebaikan dalam usaha mentaati perintah Allah. Sebagai manusia biasa, seorang Muslim tentu saja memiliki dorongan tersebut ketika situasi eksternal mengundangnya kearah sana, ada acara televisi yang menyodorkan tubuh-tubuh bahenol perempuan yang sengaja dipertontonkan, ada kontes Miss World yang katanya tidak lagi pakai bikini, tapi tetap saja menonjolkan keindahan-keindahan tubuh wanita sebagai syarat mutlak bagi pesertanya. Semua itu pasti akan mengundang munculnya dorongan nafsu syahwat mereka. Nilai kebaikan Muslim tersebut berjalan ketika dia berusaha untuk melawan dan mengendalikan dorongan tersebut, baik dengan cara mencoba meminimalisir faktor eksternal yang mengundang syahwat, maupun menghindari diri untuk menjauhinya. 

Ajaran Islam terkait keberadaan nafsu syahwat ini sebenarnya bisa membuat kita bisa lebih tenang dan optimis, bahwa Allah sama sekali tidak menghakimi kita karena adanya dorongan nafsu tersebut dalam diri. Keadaan dunia yang sudah sangat bobrok, termasuk tersedianya film-film porno yang dengan mudah dijangkau, masuk kedalam ruang-ruang rumah kita, gampang ditonton dan disembunyikan, sulit untuk dijauhkan dari tangan anak laki-laki kita yang beranjak dewasa, semuanya bisa kita jadikan 'sparring partner' untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik dan berkualitas. Kita juga tidak perlu persimis dengan nasib anak-anak kita yang harus hidup dalam keadaan ini. Tidak seperti orang-tua di jaman dahulu, kita tidak bisa lagi membatasi akses anak-anak dari produk-produk maksiat tersebut, ada ribuan cara untuk memperolehnya, bahkan bisa jadi anak-anak kita lebih ahli mendapatkannya dibandingkan kemampuan dan pengetahuan kita terhadap produk tersebut. Maka seperti halnya Allah yang berbicara dengan merangkul bahu kita, memperlihatkan sifat-Nya yang penuh kasih sayang, rangkullah bahu anak laki-laki kita, katakan kepadanya :"Nak.., dorongan nafsu syahwat bukanlah suatu dosa, itu merupakan naluri yang telah diberikan Allah buat kita. Bukan hanya kamu, ayah-pun mengalaminya. Namun tujuan Allah menanamkan hal tersebut bukan untuk kita perturutkan, justru Dia menguji kita untuk mengendalikannya. Ada masanya nanti kamu diberi peluang untuk menyalurkan dorongan nafsu tersebut dengan jalan yang sah, bersabarlah karena waktunya akan datang juga..". 

Islam memiliki ajaran yang sangat manusiawi dalam memandang kodrat manusia yang memiliki nafsu syahwat ini, memberikan aturan yang tidak menghakimi, namun lebih bernuansa untuk menyodorkan solusi dan jalan keluar yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan. Terkait aspek naluri syahwat ini, umat Islam beruntung tidak memiliki aturan seperti misalnya tetangga kita umat Kristen, ketika Yesus berkata : Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 

Melihat fakta bahwa tidak seorang Kristenpun pernah terjadi mencungkil matanya, maka kita bisa menyampaikan 'kekaguman' bahwa mereka benar-benar telah berhasil hidup seperti malaikat, seumur hidup tidak sekalipun pernah tergoda oleh wanita yang melintas di depan mata atau muncul di televisi dan layar monitor. Kita umat Islam bisa membayangkan seandainya aturan tersebut ada dalam Al-Qur'an, berapa banyak Muslim yang menjalani hidup dengan mata picek atau buta karena harus dicungkil akibat tidak sanggup mengatasi dorongan nafsu syahwat yang memang sudah menjadi kodrat yang diberikan Allah untuknya, atau kalaupun dengan mata utuh, sudah pasti akan menjadi orang munafik dan telah berbohong kepada diri sendiri, berlagak bisa hidup seperti malaikat.


3 komentar:

balagadona81 said...

Terima kasih akhi artikelnya..
sangat bermanfaat..

syahid85 said...

gue suka opini loe

Muhammad Reza said...

ijin share