Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Menarik sekali berdebat soal aturan waris dalam Islam, ketika orang menggugat pembagian angka yang ada, termasuk perbandingan hak laki-laki dan wanita yang berbeda. Mereka mengemukakan berbagai kemungkinan kondisi yang membuat porsi pembagian tersebut terkesan tidak adil, misalnya : bagaimana kalau yang wanita menanggung beban harus menafkahi lebih banyak..?? bagaimana kalau pihak laki-laki memiliki penghasilan lebih baik sedangkan wanitanya tidak bekerja dan tidak punya suami..??. Sebenarnya dengan menyodorkan berbagai kemungkinan kondisi yang bisa membuat aturan waris yang tercatat dalam Al-Qur'an menjadi terkesan tidak adil membuka fakta bahwa apapun yang akan diputuskan manusia tentang hal tersebut pasti tidak akan adil. Dengan gampang kita bisa melakukan cara yang sama, menyodorkan kemungkinan kondisi yang akan membuat keputusan pembagian tidak akan adil juga. 

Maka ketika Allah memberikan ketetapan soal pembagian waris dengan detail dan diatas berbagai kemungkinan, dan mencantumkannya dalam Al-Qur'an, itu jelas suatu keputusan yang sangat masuk akal. Ketika angka berapapun yang dibuat manusia dipastikan tidak bisa memenuhi rasa keadilan, maka Allah 'mengambil alih' penetapan angka tersebut. 

Membicarakan masalah 'berapa' dalam pembagian waris tidak lagi relevan, karena rasa keadilan muncul berdasarkan 'siapa' yang menetapkan pembagiannya. Karena yang menetapkan adalah Allah Yang Maha Adil, maka angka berapapun, mau 2:1, atau 5:1, atau 100:1, sepanjang itu ditetapkan oleh Allah, maka pasti akan adil hasilnya.. 

Apakah ini tidak masuk akal anda..??


0 komentar: